skip to main |
skip to sidebar
Ini artikel tentang sasaeng fans, maaf jika terlalu kotor bahasanya.
Bahasa
lain dari “sasaeng fan” adalah penguntit. Tetapi sasaeng fans tidak
terkenal karena mereka menguntit idola mereka. Mereka terkenal akan hal –
hal yang lebih buruk, dan sudah banyak terdapat kontak fisik antara
sasaeng dengan idola.
Pada dasarnya, sasaeng fans dimulai
dengan sekelompok orang yang berkumpul bersama. Lalu mereka bergantian
menguntit di berbagai tempat, kebanyakan di asrama idola, studio rekaman
radio, kantor, dll. Dan ketika mereka melihat idola mereka meninggalkan
tempat tersebut, mereka akan mengirimi pesan ke yang lain dan berkata
“datanglah ke (nama tempat) sekarang, mereka akan pergi.”
Dan
yang lainnya, darimana pun mereka, datang ke tempat itu secepatnya agar
mereka bisa menunggu para anggota. idola dan manager bahkan mengenali
beberapa kelompok sasaeng fans dari wajah dan namanya, dan “fans” ini
akan berusaha mendatangi dan memegang idola mereka, menyumpah ( t/n :
mengeluarkan kata kotor) dan menghina mereka, menyentuh di tempat yang
tidak pantas, MEMUKUL dan melukai para idola, lalu mengikuti mereka
kemana saja. Mereka akan mengetuk van milik manajer agar mereka membuka
jendela van, memukul wajah para anggota sampai meninggalkan bekas,
menarik rambut mereka untuk “menjaga” agar mereka tetap ditempat, dst.
Oleh karena itu manajer harus terus menerus melindungi idola dari luka
dan penganiayaan, dan bagi banyak fans Korea, sangat tidak mengherankan
‘mengapa idola dan manajer kehilangan kesabaran dengan “fans” ini ‘.
Terdapat banyak fan account dan blog dimiliki oleh sasaeng fans yang
menulis hal – hal seperti, “Aku menyentuh (maaf) pantatnya! Aku memegang
(maaf lagi) ‘itu’ nya ! Aku menampar wajahnya dan sekarang dia punya
lebam yang dibuat olehku!” fans – fans ini juga menelpon idola mereka
dan bertanya, “dimana kau? Beritahu aku dimana kau berada !” dan mencoba
banyak metode dalam melacak idola. Juga, ketika mereka menunggu diluar
gedung, fans merokok dan dengan kasar membuang puntung rokok ke bangunan
tersebut, berteriak di tengah malam di luar asrama mereka untuk
mendapat perhatian dari anggota, etc.
Sasaeng fans yang lain
bepergian dengan taxi. Jadi, mereka membayar supir taxi dengan uang
berjumlah besar, lalu supir taxi tersebut mengikuti idola yang dituju
selama dua puluh empat jam (24). Jika “fans” étersebut tidak memiliki
uang, dia akan menawarkan diri untuk ‘tidur’ dengan supir taxi. “Fans –
fans” ini juga dikenal suka mengirim foto telanjang ke idola mereka,
membobol rumah mereka (seperti suatu kejadian: buang air kecil di handuk
mereka dan menggantungnya lagi di rak), mengirim “hadiah” seperti
menulis dengan darah menstruasi atau pembalut berteteskan darah
menstruasi, dst. Mereka secara fisik sudah melukai idola, di beberapa
kesempatan manajer harus mengusir fans untuk melindungi anggota. Mereka
(sasaeng) bahkan menjual nomor telepon dan nomor sosial security para
idola secara online.
Semua itu sangat setia (secara negatif),
dan ini hanya satu dari banyak hal yang dilakukan sasaeng fans kepada
idola mereka. Meremehkan fans – fans tersebut dan dengan mudahnya
menyebut mereka “seperti fans yang lain” adalah suatu hinaan. Banyak
fans Korea menolak memanggil mereka fans. Mereka terkenal sering melukai
para idola, lebih dari segalanya, dan itulah apa yang manajer lindungi
dari idola mereka. (t/n : Manajer berusaha melindungi idola dari sasaeng
fans). Sasaeng fans sangat berbahaya.
0 comments:
Post a Comment